Usul Hapus Tarif Multiguna, TDL Turun, Biaya Produksi Minus 5%

Surabaya | SURYA Online-Kalangan pengusaha tampaknya belum merasa puas dengan sejumlah kebijakan pemerintah berupa pemberian stimulus Rp 50 triliun, ditambah penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif dasar listrik (TDL).

Kendati menyambut positif, kalangan pengusaha di Jatim menilai penurunan TDL industri dan penurunan harga BBM tidak banyak membantu pengusaha menghadapi krisis finansial global.

Direktur Utama PT Mekar Lastindo Alianto Wibowo mengatakan, penurunan TDL industri sebesar 10 persen hanya berdampak pada penurunan biaya produksi sekitar 3-5 persen saja. Sedang penurunan harga BBM tidak mempengaruhi biaya produksi, tetapi hanya berimbas pada biaya transportasi.
“Meski begitu, pengusaha akan mencoba memanfaatkan momen penurunan ini sebaik mungkin untuk menggairahkan usaha,” kata Alianto, Selasa (13/1).

Ia menambahkan, penurunan TDL industri dipastikan baru berdampak positif pada pelaku usaha apabila biaya produksi turun hingga 20 persen. Artinya, TDL industri turun hingga sekitar 40 persen baru berdampak pada biaya produksi yang signifikan.

Kalau TDL tidak lagi dapat diturunkan, menurutnya, setidaknya kebijakan tarif multiguna yang sangat memberatkan pelanggan industri dihapus dan ditetapkan tarif tunggal industri. Dengan demikian, tidak ada penggolongan TDL untuk masing-masing kategori pelanggan listrik yang lama dan baru.

“Pengusaha sekarang ini berharap tidak lagi ada pembedaan TDL di masing-masing industri,” tukas Alianto, yang juga wakil ketua DPD Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sidoarjo.

Sementara, Komisaris Utama PT Kernel Potential Taufik Gani mengatakan, penurunan TDL industri dan BBM cukup positif. Namun, momen penurunan ini cukup sulit untuk meningkatkan produksi industri. Pasalnya, krisis finansial telah menurunkan daya beli masyarakat internasional yang menjadi bidikan produk ekspor Indonesia.
“Kami cukup gembira atas penurunan harga BBM dan TDL, tetapi itu tidak sertamerta dapat menolong industri bertahan dari krisis, mengingat sepinya order barang dari luar negeri,” kata Taufik.

Untuk itu, ungkap Taufik, pemerintah harus lebih intensif membantu pengusaha dengan mencari peluang pasar potensial baru di luar negeri. Dengan demikian, semakin murahnya biaya produksi bisa dimanfaatkan pengusaha dengan meningkatkan produksi barang untuk memenuhi pasar ekspor.

Desak BI Rate Turun

Sementara itu, Ketua Komite Tetap Perdagangan Dalam Negeri Kadin Indonesia Bambang Soesatyo meminta pemerintah agar kembali menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate. “Tujuannya, agar stimulus ekonomi yang diberikan pemerintah efektif,” ucap Bambang, Selasa (13/1).

Bambang menjelaskan, BI memang telah menurunkan BI Rate menjadi 8,75 persen. Namun, langkah ini dirasa belum cukup. Pasalnya, perbankan mengaku masih memiliki kedala untuk menurunkan suku bunga, karena likuiditas kering dan tingginya risiko bisnis di dalam negeri. “Kami berharap BI berupaya menerobos kebuntuan arus kredit sekarang ini,” katanya.

Selain itu, kalangan pengusaha juga mendorong agar perbankan menurunkan suku bunga kredit modal kerja (KMK) dan investasi. Misalnya, dengan melonggarkan Giro Wajib Minimum (GWM) dan menjamin pinjaman antar bank serta menurunkan kembali BI Rate hingga 8,5 persen.

Ekonom Citigroup Wei Zheng Kit memprediksi Bank Indonesia (BI) akan kembali menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate pada Februari 2009, menyusul tingkat inflasi yang rendah pada Januari 2009. Menurutnya, tingkat inflasi dalam beberapa bulan ke depan cenderung menurun, seiring kebijakan pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM), tarif angkutan, dan sejumlah stimulus ekonomi lainnya.
Ia menilai positif kebijakan pemerintah tersebut, sehingga berdampak positif terhadap perekonomian Indonesia. “Tambahan paket stimulus fiskal Rp 50 triliun menaikkan permintaan domestik di tengah ancaman resesi ekonomi global,” tambah Wei Zheng Kit. aru/jbp/aco

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: